Dia menilai praktik pengoplosan tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada beras di tengah ancaman krisis pangan global.
"Kita ini berjibaku tidak tidur siang malam, dimaki, dicaci maki kita, sampai temen-temen sakit untuk swasembada beras, mempertahankan pangan di saat kondisi dunia, krisis pangan, energi, dan air. Indonesia alhamdulillah bisa bertahan. Tetapi ada orang yang masih tidak punya adab, tidak punya perasaan," ujar Amran.
Mentan Amran mengungkapkan, beras SPHP yang ditemukan dalam dugaan praktik pengoplosan tersebut berasal dari gudang Perum Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Dia menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila penyelidikan menemukan keterlibatan pegawai Bulog. Menurutnya, pegawai yang terbukti terlibat harus diberhentikan dan diproses sesuai hukum.
"Kalau ada Bulog terlibat, sudah pasti dipecat dan juga ditindak. Dan kami akan kirim surat ke ke kepolisian untuk ditindaklanjuti jadi dipenjara juga," ucapnya.