Menteri PPPA: Pesantren Harus Jadi Tempat Aman dan Bebas Kekerasan

Felldy Aslya Utama
Menteri PPPA Arifah Fauzi. (Foto: Dok. Kementerian PPPA)

Oleh karena itu, kata dia, Kementerian PPPA terus mendorong penerapan Pesantren Ramah Anak yang menjunjung nilai kemanusiaan, menghormati hak anak, serta menumbuhkan budaya pengasuhan tanpa kekerasan.

“Kemen PPPA berkomitmen memperkuat ekosistem perlindungan anak di lingkungan pesantren melalui berbagai langkah strategis. Di antaranya, integrasi prinsip perlindungan anak ke dalam tata kelola pesantren bersama Kementerian Agama, pelatihan bagi para pengasuh, ustaz, dan ustazah tentang pengasuhan tanpa kekerasan, pembentukan Satgas Perlindungan Anak Pesantren (Satgas PAP), serta penguatan sistem pelaporan dan pengaduan berbasis pesantren melalui SAPA 129 dan SIMFONI PPA,” ujarnya.

Arifah menegaskan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pihak. 

Sehingga, dia mengajak semua elemen untuk bersinergi dalam upaya pencegahan agar kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terjadi di lingkungan pesantren maupun di tempat lainnya.

"Pesantren Ramah Anak adalah cermin tekad kita membangun Indonesia yang beradab dan berkeadilan. Mari kita jadikan pesantren sebagai rumah kasih bagi anak-anak kita,” pungkasnya

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenag: Dirjen Pesantren akan Ditentukan Presiden Prabowo

57 tahun lalu

Prabowo Restui Ditjen Pesantren: Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Ponpes

57 tahun lalu

Di Depan Santri, Gibran: Pembentukan Ditjen Pesantren Kado dari Presiden

57 tahun lalu

MUI Sambut Ditjen Pesantren, Dorong Kenaikan Anggaran tanpa Hilangkan Kekhasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal