Menyemai Asa dari Pasar Rakyat untuk Indonesia Bebas Pandemi 

Felldy Aslya Utama
Suasana Pasar Minggu selalu ramai setiap hari. (Foto iNews.id).

Sehari dua hari, mungkin jadi hal yang mudah. Tapi, lain ceritanya ketika pemerintah memutuskan untuk membatasi aktivitas perdagangan nyaris sebulan penuh demi menekan penyebaran virus corona di tempat-tempat umum. Sebagai penggerak roda perekonomian, banyak pedagang yang mengeluh babak belur dan tak berdaya menghadapi pandemi ini. Tidak sedikit yang memilih untuk berhenti berdagang dan banting setir mencari sumber penghidupan lain. Ada pula yang lebih memilih untuk pulang kampung mencari peruntungan yang lebih baik. Hanya segelintir yang tetap berdagang, meski pendapatan yang didapatkan pun belum tentu balik modal. 


Vaksin Covid-19 Jadi Harapan bagi Pedagang

Menyikapi kondisi itu, beragam pihak mendorong pemerintah pusat untuk bertindak melakukan upaya penyelamatan atas keluh kesah yang dirasakan para pedagang. Sampai akhirnya, keluhan ini pun masuk hingga ke telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Kala itu, Kepala Negara memutuskan proses vaksinasi Covid-19 tahap kedua disasar kepada mereka yang kesehariannya sebagai pelayan publik dan pekerja publik. Dalam kategori ini, pedagang masuk ke dalamnya. Proses vaksinasi ini pun akhirnya kembali diputuskan untuk dilakukan di ruang publik seperti pasar salah satunya. 

Langkah jemput bola pemerintah pun mendapat apresiasi dari MPR sebagai lembaga tinggi negara. Dalam hal ini, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani berpandangan bahwa untuk meraih target herd immunity atau kekebalan komunal, pemerintah tidak bisa melakukan pendekatan-pendekatan tradisional. 

Pedagang Pasar mengikuti vaksin Covid-19. (Foto: MNC Portal/Priyo Setyawan)

Pendekatan tradisional yang dimaksud, misalnya pemerintah berharap masyarakatnya datang langsung ke tempat fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, ataupun fasilitas kesehatan lainnya. Arsul mengira, jika pendekatan ini yang dilakukan, maka percepatan untuk terciptanya herd immunity sulit untuk terjadi. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

3.846 Hewan di Jakbar Telah Divaksinasi Rabies, Anjing hingga Kera

57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

Dokter Ungkap Alasan Vaksin Tetap Penting bagi Orang Dewasa Meski Sudah Divaksinasi sejak Kecil

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal