"Saya kira itu justru langkah yang tepat, yang lebih bisa menjamin bahwa target vaksinasi dalam rangka herd immunity itu akan tercapai sesuai dengan waktu yang ditargetkan," kata Arsul kepada iNews.id, Kamis (21/10/2021).
Perintah Pemerintah Pusat pun langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah setempat. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya menggalakkan program dengan meminta Perumda Pasar Jaya untuk menggelar vaksinasi 'jemput bola' di Pasar yang dikelolanya.
Manajer Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya, Gatra Vaganza mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan sejumlah tahapan. Mulai dari edukasi kepada para pedagang hingga berkoordinasi dengan sejumlah pihak mulai dari aparat TNI-Polri hingga tenaga kesehatan. Dalam edukasi ini, dia menyadari bukan tugas yang mudah untuk meyakinkan para pedagang dan juga orang-orang yang beraktifitas di lingkungan pasar untuk bisa mengikuti program tersebut. Itu tidak lain karena banyaknya terpaan isu-isu negatif yang menyebut jika vaksin Covid-19 ini berbahaya. Namun, Perumda Pasar Jaya yang dibantu dengan aparat TNI-Polri serta tenaga kesehatan terus berupaya memberikan keyakinan itu.
Gatra masih ingat, bagaimana antusiasme pedagang itu masih terbilang cukup minim pada saat akselerasi program vaksinasi Covid-19 di pasar ini dimulai. Namun, seiring berjalannya waktu, antusiasme itu berubah ketika banyak pedagang pasar akhirnya menyerbu sentra-sentra vaksinasi.
Fenomena perubahan antusiasme ini akhirnya terungkap karena munculnya budaya 'mulut ke mulut' dari pedagang yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Sebagian besar dari mereka yang belum mencicipi tusukan jarum Covid-19 ini akhirnya percaya jika rekan sejawatnya itu masih dalam kondisi sehat pasca disuntik vaksin. Gatra pun menangkap pesan yang bergulir diantara pedagang itu berupa harapan untuk memberikan rasa aman bagi dirinya dan juga para konsumennya.