"Likuiditas di pasar saham juga mengalami peningkatan, dengan angka RNTH pasar saham pada Oktober 2026, meningkat dibandingkan September 2026," ujarnya.
Meski demikian, peningkatan volume dan nilai transaksi tidak diikuti frekuensi perdagangan. OJK mencatat frekuensi transaksi saham justru turun 15,27 persen menjadi 37,63 juta kali transaksi.
Pada September 2026, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 44,41 juta kali transaksi.
Hasan mengatakan kondisi pasar modal Indonesia sepanjang Oktober 2026 masih menghadapi tekanan cukup tinggi. Tekanan tersebut berasal dari faktor eksternal, termasuk situasi geopolitik global, maupun faktor internal di dalam negeri.
OJK pun terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal serta kepercayaan investor.
"OJK terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang pasar modal guna menjaga integritas, meningkatkan kepatuhan, dan menjaga kepercayaan publik," ucapnya.