MSCI Ancam Status Standalone Market, Investor Asing Tarik Dana Rp16,88 Triliun dari RI

Iqbal Dwi Purnama
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fauzi saat Konferensi Pers RDKB Oktober, Kamis (5/11/2026). (Foto: ist)

"Likuiditas di pasar saham juga mengalami peningkatan, dengan angka RNTH pasar saham pada Oktober 2026, meningkat dibandingkan September 2026," ujarnya.

Meski demikian, peningkatan volume dan nilai transaksi tidak diikuti frekuensi perdagangan. OJK mencatat frekuensi transaksi saham justru turun 15,27 persen menjadi 37,63 juta kali transaksi.

Pada September 2026, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 44,41 juta kali transaksi.

Hasan mengatakan kondisi pasar modal Indonesia sepanjang Oktober 2026 masih menghadapi tekanan cukup tinggi. Tekanan tersebut berasal dari faktor eksternal, termasuk situasi geopolitik global, maupun faktor internal di dalam negeri.

OJK pun terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal serta kepercayaan investor.

"OJK terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang pasar modal guna menjaga integritas, meningkatkan kepatuhan, dan menjaga kepercayaan publik," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Soal MNC Bank, OJK: Tak Ada Isu Serius Sama Sekali, Masyarakat Jangan Terpancing Rumor

2 hari lalu

OJK Cabut Izin Usaha Pratama Capital Assets Management, Ini Penyebabnya

5 hari lalu

OJK Ungkap Alasan MSCI Usulkan Status Pasar Saham RI Turun Jadi Standalone Market

9 hari lalu

OJK Blokir 702.833 Rekening terkait Scam, Amankan Dana Korban Rp825 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal