Negara Rugi Imbas Ekspor Nikel, Pakar Sebut Ada Perbedaan Data Bea Cukai RI-China

Anggie Ariesta
Pakar Ekonomi Politik, Ichsanuddin Noorsy dalam program Rakyat Bersuara disiarkan di iNews, Selasa (2/12/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

Lebih lanjut, dia mengklaim bahwa sebagian besar proses ekspor berjalan tanpa adanya dokumentasi resmi.

"Anda dicuri? Istilahnya bukan lagi under-invoicing. Nothing invoicing. Nggak ada kertas. Yang punya cuma mereka," tuturnya.

Ichsanuddin juga menyoroti kurangnya kontrol negara di kawasan industri tersebut. Ia menyebut bahwa bupati hingga gubernur tidak memiliki akses masuk ke area IMIP. 

Pihak IMIP menggunakan alasan bahwa kawasan tersebut merupakan "alat vital negara" untuk menjaga sifat eksklusif dan tertutup, padahal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pejabat vital negara seperti gubernur dan bupati.

"Bukan hanya bupati yang nggak bisa masuk. Gubernur juga DPR, gubernur nggak bisa masuk. Terbuka aja kalau gitu. Jadi, kalau kita ngontrol disitu karena... Tadi mereka punya alasan sebagai kalau pakai bahasa mereka, mereka bilang alat vital negara," pungkas Ichsanuddin.

Dia menegaskan, karena IMIP adalah salah satu smelter terbesar di dunia, masalah data bea cukai dan ekspor nikel ini telah menjadi "pertarungan internasional".

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
2 bulan lalu

Ekonom Ungkap IMIP Masih Rekrut TKA China, Pertanyakan Kontrol Imigrasi

Nasional
2 bulan lalu

Politisi PSI Tepis Anggapan Polemik IMIP sebagai Makar: Jangan Berlebihan!

Nasional
2 bulan lalu

Eksklusif! Terungkap, TKA China Tempati Posisi Pimpinan hingga Tukang Sapu di IMIP

Nasional
2 bulan lalu

Eksklusif! Begini Cara TKA China Dievakuasi saat Ada Sidak Pejabat ke IMIP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal