Tudiono
Konsul Jenderal Republik Indonesia Cape Town
PARA pemuda Indonesia 95 tahun lalu, tepatnya 28 Oktober 1928, mengucapkan Sumpah:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Peristiwa itu selanjutnya diperingati sebagai Sumpah Pemuda dan menjadi salah satu tonggak sejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Para pemuda berhasil membawa dan mempersembahkan persatuan dan kesatuan bagi perjuangan mencapai kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
Sekalipun telah berlalu 95 tahun sejak sumpah diucapkan, namun nilai-nilai luhurnya tetap tertanam kuat di dalam jiwa pemuda dan bangsa Indonesia, yakni nilai cinta tanah air dan bangsa, persatuan dan kesatuan, dan mengesampingkan segala perbedaan termasuk pandangan-pandangan politik, kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan dan menerima kebhinekaan.
Sumpah Pemuda merupakan manifestasi pemikiran besar para pemuda yang yakin bahwa hanya dengan persatuan dan kesatuanlah mimpi tentang kemerdekaan Indonesia bisa diraih. Sungguh suatu upaya, perjuangan, dan determinasi yang tidak mudah mengingat keragaman bangsa Indonesia yang terdiri atas 1.331 suku bangsa (sensus BPS), 17.508 pulau, 718 bahasa daerah (data peta bahasa Kemendikbud.go.id), dari berbagai macam latar belakang pendidikan, agama dan kebudayaan, dan perbedaan pandangan politik.
Terwujudnya Sumpah Pemuda itu sendiri merupakan peristiwa fenomenal, mengingat bangsa Indonesia sudah ratusan tahun terjebak dalam politik pecah belah pemerintah penjajah. Sementara berbagai perlawananan fisik dari berbagai daerah selama ratusan tahun, sejak perlawanan Sultan Agung dari Mataram pada 1628, Untung Suropati di Pasuruan pada 1706, perlawanan Pattimura 1813, Perang Diponegoro 1825-1830, Perang Padri yang dipimpin oleh Imam Bonjol pada 1803-1838, sampai perang Aceh pada 1873-1904, dll tidak berhasil.
Nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda menjadi kekuatan ampuh dan berhasil membawa bangsa Indonesia mewujudkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Saat ini Indonesia on its track menjadi negara besar, maju, dan semakin diperhitungkan dunia. Indonesia memiliki pengaruh kuat dan peran kepemimpinan di ASEAN, anggota G20, berhasil menjadi upper middle income country, dan pada posisi penting dalam South-South Cooperation.
Pada Oktober 2023, Indonesia bahkan berhasil diterima sebagai anggota Financial Action Task Force atau FATF yang bermarkas di Paris. Keanggotaan ini menunjukkan Indonesia memiliki sistem keuangan yang solid dan kredibel dalam mencegah dan menanggulangi Tindak Pidana Pencucian Uang (Outcomes FATF Plenary, 25-27 October 2023). Pencapaian ini akan semakin memperkuat kepercayaan investor untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.
Indonesia diproyeksikan oleh ahli internasional, seperti Andrew MacKenzi, sebagai kekuatan terbesar ke-7, bahkan ke-5, ekonomi terbesar dunia pada 2045. Bahkan, Presiden Joko Widodo pada pembukaan Working Meeting HIPMI ke-16 pada 27 Maret 2023, berdasarkan sejumlah kalkulasi yang kredibel, meyakini Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-4 dunia pada 2045.