Namun demikian, tantangan yang dihadapi saat ini sangat dinamis dan cukup kompleks. Situasi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Perang Rusia-Ukraina dengan NATO dan AS di belakangnya dan Perang Hamas-Israel yang selanjutnya melibatkan Hezbollah di Lebanon dan kecenderungan meluas diwarnai oleh serangan-serangan sangat keji dan terang-terangan, melanggar hukum-hukum internasional, khususnya hukum humaniter berdasarkan Geneva Conventions of 1949 and their Additional Protocol.
Aturan-aturan mengenai combatants and non-combatants, obyek-obyek yang wajib dilindungi dalam situasi perang seperti rumah sakit, perlindungan penduduk sipil terutama Wanita, orang tua, dan anak-anak, sebagaimana diatur dalam Konvensi Jenewa 1949 tidak hanya dilanggar, bahkan nampak sengaja dan terang-terangan dilanggar.
Prinsip-prinsip hukum humaniter internasional seperti the prohibition on the infliction of unnecessary suffering; the principle of proportionality; the notion of necessity; the principle of humanity, diobrak-abrik.
Situasi dunia yang kurang stabil diwarnai oleh gejolak peperangan di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah dengan kecenderungan meluas menjadi peperangan lebih besar melibatkan kekuatan-kekuatan super power Rusia dan AS yang saling berhadapan, seperti kembali ke zaman Cold War pasca-Perang Dunia II. Itu dapat mengganggu upaya Indonesia untuk terus melaju sebagai negara maju.
Di sisi lain, di dalam negeri, Indonesia harus memastikan proses peralihan kepemimpinan nasional yang smooth melalui penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas dan rahasia yang berkualitas untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan Anggota DPR RI pada Februari 2024.
Dalam konteks di atas, nilai-nilai luhur dan spirit Sumpah Pemuda tidak saja masih relevan tetapi justru menjadi elemen penting. Selain itu menjadi fondasi bagi upaya bangsa Indonesia untuk terus maju di tengah tantangan-tantangan nasional dan global yang sangat dinamis guna mewujudkan tatanan dunia yang adil berdasarkan hukum internasional.
Nilai-nilai cinta tanah air yang didasari semangat ke-Indonesia-an dan semangat mewujudkan tujuan bangsa Indonesia, akan menjadi fondasi yang solid dan motivasi utama untuk membawa bangsa Indonesia melaju menjadi negara maju, menjadi bangsa yang kompetitif, berpengaruh, dan menjadi kekuatan besar bahkan utama yang diperhitungkan dalam tataran global.
Dan ini bisa dilakukan oleh masing-masing orang Indonesia sesuai dengan bidang dan profesinya. Dalam dunia diplomasi misalnya, semangat ke-Indonesia-an diwujudkan dengan mendorong dan meningkatkan kerja sama ekonomi, investasi, perdagangan, pariwisata, sosial budaya, dengan negara mitra untuk mendukung pemajuan ekonomi nasional.
Sementara itu semangat kebhinekaan dilakukan dengan pembinaan kerukunan, keguyupan, persahabatan, dan persaudaraan, baik di kalangan WNI, keluarga kawin campur antara WNI dengan WNA, maupun diaspora Indonesia di negara akreditasi.