Pembangunan fasilitas tersebut rampung dalam waktu 1,5 hingga maksimal dua tahun sebagai langkah untuk menghentikan impor tepung telur.
Amran mengatakan, rencana pembangunan pabrik telah dibahas bersama Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dony Oskaria dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ketiganya sepakat membangun ekosistem peternakan terintegrasi, termasuk fasilitas pengolahan hasil ternak.
"InsyaAllah mudah-mudahan tahun depan kita sudah bisa mulai. Mudah-mudahan 1,5 tahun, maksimal 2 tahun. Tapi kalau bisa 1,5 tahun selesai. Ini adalah solusi permanen," tuturnya.