Dari perspektif pembangunan, Dr. Melyana Ratana Pugu dari Universitas Cenderawasih melihat adanya peluang besar bagi Indonesia untuk memimpin blok negara berkembang. Menurutnya, pemanfaatan soft power dan kerja sama Selatan-Selatan harus diubah menjadi aksi nyata.
"Diplomasi kita harus adaptif, mulai dari sektor maritim, pertahanan, hingga kesehatan global untuk menghadapi dominasi kepentingan negara maju," ungkap Melyana.
Menutup diskusi, Dr. Makmur Keliat (UI/LAB 45) mengingatkan adanya tantangan dari tekanan sepihak Amerika Serikat atau bully diplomacy serta fragmentasi di Eropa akibat populisme sayap kanan.
Sebagai negara middle power, Indonesia diingatkan untuk menyadari batasan pengaruhnya namun tetap memperkuat posisi melalui ASEAN dan forum kawasan seperti East Asia Forum.