Pakistan Berguru Pendidikan Kesetaraan Ponpes Salafiyah di Indonesia

Ilma De Sabrini
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) Ahmad Zayadi saat menerima rombongan dari Pemerintah Pakistan yang ingin berguru tentang pendidikan kesetaraan Ponpes Salafiyah di Indonesia, Senin (11/3/2019). (Foto: Istimewa)

Selain itu, Pakistan juga merupakan negara urutan kedua dengan tingkat buta aksara di atas usia 10 tahun ke atas. "Dan ini terus meningkat setiap tahunnya," katanya.

Untuk itulah, dalam kunjungan studi di Indonesia kali ini dia berharap bisa meningkatkan pendidikan nonformal sebagai pendidikan alternatif yang berkualitas di Pakistan. "untuk itulah kunjungan ini dirancang untuk belajar membuat kebijakan, standar kurikulum secara efisien pada usia sekolah dasar dan menengah," tutur Chico.

Indonesia, menurut dia, memiliki pengalaman yang banyak dalam pendidikan nonformal dengan inisiatif dan komitmen yang sangat kuat dari pemerintah.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Kemenag Paparkan 5 Jurus Transformasi PTKI, Dari Gelar Ganda hingga Ma’hadisasi

Nasional
8 jam lalu

Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Mantan Presiden dan Wapres, Bahas 2 Hal Ini

Nasional
24 jam lalu

Kabar Gembira! TPG Madrasah Cair Bertahap, Termasuk Lulusan PPG 2025

Nasional
24 jam lalu

Kemenag Pastikan Tunjangan Sertifikasi 247.000 Guru PPG 2025 Cair Sebelum Lebaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal