“Informasi tersebut diperlukan untuk menentukan rumah sakit yang membutuhkan tambahan dukungan paling mendesak. Keputusan bantuan perlu mengikuti kebutuhan pelayanan saat ini,” jelas Puan.
Menurutnya, rumah sakit yang menerima lonjakan pasien harus segera mendapat dukungan sesuai kekurangan tenaga kesehatan, sarana, dan kapasitas perawatan.
“Rumah sakit yang menerima pasien lebih banyak harus segera memperoleh dukungan yang sesuai dengan kekurangan tenaga, sarana, dan kapasitas perawatannya,” kata mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu.
Selain rumah sakit, Puan meminta pelayanan di puskesmas diperkuat agar warga dapat menjalani pemeriksaan lebih awal dan memperoleh penanganan sesuai kondisi klinisnya. Langkah ini diperlukan untuk membantu mengantisipasi peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
“Pada saat yang sama, penguatan penanganan dampak asap Karhutla perlu pula menjaga keberlangsungan pelayanan lain, termasuk persalinan, tindakan gawat darurat, dan pengobatan rutin,” ucap Puan.