"Kalau kita bicara Presiden Prabowo Subianto, paradigma dominannya itu adalah persatuan. Fase kontestasinya sudah selesai, sekarang menuju kepada fase rekonsiliasi bahkan konsolidasi dan sinergi untuk membangun bangsa," katanya.
Dia menyebut, demokrasi tidak cukup dimaknai sebagai penyampaian atau sosialisasi kebijakan pemerintah kepada mahasiswa, melainkan harus membuka ruang partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.
"Demokrasi itu tidak bisa disimplifikasi sekadar sosialisasi kebijakan yang sudah berjalan. Demokrasi itu sejatinya pertama-tama harus ada aspek emansipasi dan aspek partisipasi," katanya.
Diketahui, dialog "Kopdar Bareng Mas Dar" di UGM berujung ricuh setelah sekelompok mahasiswa naik ke atas panggung saat acara berlangsung. Situasi tersebut sempat memicu ketegangan antara peserta dan penyelenggara acara.