PDIP Pertanyakan Format Diskusi di UGM: Ini Forum Dialog atau Monolog? 

Yuwantoro Winduajie
Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema dalam program Interupsi yang disiarkan di iNews, Kamis (18/6/2026). (Foto: tangkapan layar)

"Kalau kita bicara Presiden Prabowo Subianto, paradigma dominannya itu adalah persatuan. Fase kontestasinya sudah selesai, sekarang menuju kepada fase rekonsiliasi bahkan konsolidasi dan sinergi untuk membangun bangsa," katanya.

Dia menyebut, demokrasi tidak cukup dimaknai sebagai penyampaian atau sosialisasi kebijakan pemerintah kepada mahasiswa, melainkan harus membuka ruang partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.

"Demokrasi itu tidak bisa disimplifikasi sekadar sosialisasi kebijakan yang sudah berjalan. Demokrasi itu sejatinya pertama-tama harus ada aspek emansipasi dan aspek partisipasi," katanya.

Diketahui, dialog "Kopdar Bareng Mas Dar" di UGM berujung ricuh setelah sekelompok mahasiswa naik ke atas panggung saat acara berlangsung. Situasi tersebut sempat memicu ketegangan antara peserta dan penyelenggara acara.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ali Ngabalin Nilai Kisruh Diskusi di UGM Bagian dari Dinamika Demokrasi

57 tahun lalu

PDIP Kritik Diskusi di UGM Hanya Tampilkan Pejabat Pemerintah: Mahasiswa Harus Jadi Narasumber

57 tahun lalu

Ricuh Diskusi Pejabat di UGM Terungkap! Mahasiswa: Bentuk Ekspresi Kekecewaan

57 tahun lalu

Duduk Perkara Eks Ketua BEM UGM Tiyo Temukan Alat Pelacak di Mobil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal