JAKARTA, iNews.id - Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai langkah cepat pemerintah dalam mendistribusikan logistik untuk penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi bukti kuat bahwa negara bergerak cepat dalam situasi darurat.
Menurutnya, skala dan kecepatan distribusi bantuan kali ini menunjukkan peningkatan besar dalam kapasitas pemerintah melindungi warganya.
Pengiriman 34,3 ribu ton beras, 6,8 juta liter minyak goreng, serta perlengkapan khusus untuk bayi, anak-anak, dan lansia menunjukkan kesigapan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Distribusi logistik dalam volume sebesar ini dikirimkan hanya dalam hitungan hari sejak bencana terjadi adalah indikator kuat bahwa negara hadir cepat. Pemerintah tidak menunggu situasi memburuk, tetapi langsung menggerakkan sumber daya untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” kata Bawono dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/11/2025).
Bawono menilai, keberhasilan ini tak lepas dari koordinasi lintas lembaga, mulai dari BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian PM, TNI-Polri, hingga pemerintah daerah. Dia melihat pola kerja terintegrasi yang berjalan jauh lebih efektif dibanding sebelumnya.
“Yang menarik adalah kolaborasi pusat-daerah berlangsung efektif. Semua bergerak serentak: evakuasi, pendirian posko, pendataan korban, dan distribusi bahan pangan. Ini bentuk nyata bahwa manajemen krisis kita mulai matang,” ujarnya.