“Nah seperti itu kan, kita juga media Indonesia harus juga ke arah sana. Karena teman-teman capek di bawah, memberitakan (informasi) di media lokal. Bagaimana pembagian hasilnya? Pembagian keuntungan?” kata Syahganda.
“Apalagi di era ChatGPT, ya AI. Karena dia tidak peduli lagi dengan yang namanya kepemilikan teman-teman. Jadi patennya, right issue itu bagaimana.”
Lebih lanjut, Syahganda mengatakan pemerintah terus bernegosiasi dengan perusahaan teknologi besar, termasuk Google dan Meta. Negosiasi tersebut bertujuan mendorong pembagian keuntungan yang adil bagi media sekaligus meningkatkan keamanan dan keakuratan informasi yang beredar di ruang digital.
Terkait Meta, dia berharap pembicaraan dengan perusahaan teknologi tersebut dapat menghasilkan kesepakatan. Pemerintah juga menyoroti penyebaran informasi oleh pengguna anonim yang dinilai menjadi tantangan dalam menjaga keamanan informasi di ruang publik.
“Nah kalau Meta, kita masih negosiasi, mudah-mudahan mereka bersedia. Agar di kita jangan banyak orang yang (menyebarluaskan informasi) bersembunyi di balik anonim-anonim itu,” katanya.