Amran menegaskan, jika seluruh ekosistem bioenergi ini berjalan optimal, maka dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, angka kemiskinan serta pengangguran bisa ditekan sehingga kesejahteraan masyarakat pun bisa meningkat.
“Kalau ini semuanya mandiri, insya Allah, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, kemudian pengangguran kita turunkan, kesejahteraan meningkat, Indonesia emas kita rebut,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro mengatakan, kesiapan pihaknya dalam mendukung implementasi program bioenergi, khususnya biodiesel dan etanol.
Menurutnya, program biodiesel B40 yang saat ini berjalan telah berhasil mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, bahkan membuka peluang ekspor di masa depan.
"Dan dengan B40 sekarang sebetulnya kita sudah nggak impor solar. Nanti kalau B50 kita bahkan ekspor solar. Jadi yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” ujar Setyanto.
Untuk mendukung implementasi E20, pembangunan fasilitas produksi etanol juga terus dipercepat. Saat ini, satu pabrik telah beroperasi, sementara satu lainnya telah memasuki tahap groundbreaking di Jawa Timur. Empat pabrik tambahan juga akan segera dibangun, sehingga total menjadi enam fasilitas produksi.
“Yang berikutnya adalah untuk yang gasolin, untuk bensin ya, itu nanti menuju E20. Tadi dengan Pak Mentan sudah sepakat kita akan groundbreaking beberapa, yang sudah ada sekarang baru satu pabrik, yang kedua sudah di groundbreaking di Jawa Timur, kemudian menyusul empat lagi, jadi totalnya enam. Itu untuk memenuhi E20 nantinya,” kata dia.