Sebelumnya, sebanyak 30 armada BNPB telah beroperasi di tiga provinsi di Kalimantan. Penambahan pesawat TNI AU dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran, menyesuaikan kebutuhan BNPB dan kondisi di lapangan.
Kepala BNPB Suharyanto melaporkan total 52 pesawat kini telah dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla di enam provinsi tersebut.
Selain mendukung upaya pemadaman dan penanganan titik api, pengerahan armada udara juga ditujukan untuk mengurangi dampak kabut asap yang ditimbulkan karhutla.
Pemerintah juga memastikan operasi tersebut dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah terdampak.
“Penambahan pesawat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan, mengurangi dampak kabut asap, serta melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tulis Sekretariat Kabinet.