Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan bahwa seluruh proyek hilirisasi tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan. Total nilai investasi dari 18 proyek itu diperkirakan mencapai Rp600 triliun, dengan realisasi investasi dipimpin langsung oleh Danantara Indonesia.
PSEL sendiri merupakan proses pengolahan sampah yang tidak dapat didaur ulang melalui teknologi tertentu untuk menghasilkan energi, seperti panas, listrik, atau bahan bakar alternatif. Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah terbuka serta menekan ketergantungan terhadap energi konvensional, seperti batu bara.
Selain proyek waste-to-energy, Prasetyo menyebut pemerintah akan segera melakukan groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). DME merupakan bagian dari program hilirisasi batu bara, yakni batu bara berkalori rendah diolah menjadi gas alternatif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gas LPG.
“Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, program-program di bidang pertanian juga,” kata Prasetyo.