BOGOR, iNews.id - Pemerintah akan segera memulai pembangunan proyek waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada awal tahun 2026. Proyek ini ditujukan untuk mengatasi persoalan timbunan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, proyek PSEL akan dibangun di 34 titik yang tersebar di 34 kabupaten/kota. Lokasi tersebut diprioritaskan di daerah yang memiliki volume timbunan sampah harian rata-rata mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.
“Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2025).
Pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan serta menekan risiko kesehatan masyarakat akibat penumpukan sampah. Selain itu, proyek ini juga menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah perkotaan.
Proyek pengolahan sampah menjadi energi tersebut merupakan salah satu dari 18 proyek hilirisasi strategis yang akan mulai dikerjakan pada periode Januari hingga Maret 2026.