Produksi jagung nasional sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sehingga stok akhir tahun 2026 diperkirakan berada di level 4,581 juta ton.
Bapanas juga memperkirakan adanya potensi ekspor jagung pada 2026 sebesar 52,9 ribu ton. Sementara itu, impor jagung untuk pakan, benih, maupun kebutuhan rumah tangga dipastikan tidak dilakukan.
Sementara untuk gula konsumsi, carry over stock ke 2026 diperkirakan mencapai 1,437 juta ton. Dengan kebutuhan konsumsi bulanan sekitar 236,4 ribu ton, stok tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan.
Produksi gula nasional pada 2026 diestimasikan mencapai 2,72 juta ton, sehingga stok akhir tahun diperkirakan berada di angka 1,32 juta ton. Pemerintah juga memutuskan tidak ada impor gula konsumsi sepanjang 2026.
Tidak hanya tiga komoditas utama tersebut, Ketut menambahkan dalam beberapa tahun terakhir Indonesia juga telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas pangan lain.
"Jangan lupa dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sudah tidak membutuhkan impor untuk kebutuhan konsumsi bawang merah, cabai, telur ayam ras, dan daging ayam. Indonesia telah sufficient. Produksi petani dan peternak kita mumpuni," ujar Ketut.