Oleh karena itu, pemerintah tidak menyediakan layanan khusus untuk ibadah tarwiyah. Namun, pemerintah tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap para jemaah haji, karena masih ada kemungkinan beberapa jemaah haji Indonesia akan melaksanakan ibadah tarwiyah.
Menurut Yendra, pemerintah tidak akan melarang jemaah haji yang ingin melaksanakan ibadah tarwiyah.
"Jemaah yang ingin melakukan tarwiyah, silakan. Intinya, jika itu sunnah, silakan dilakukan. Namun, penting untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, karena keesokan harinya adalah wukuf di 'Arafah," katanya.
Yendra menegaskan bahwa saat ini pemerintah tidak memberikan perintah atau larangan kepada jemaah haji mengenai ibadah tarwiyah.
Oleh karena itu, tidak ada fasilitas yang disediakan oleh pemerintah untuk jemaah yang melaksanakan tarwiyah. Semuanya kembali kepada keputusan masing-masing jemaah.