Pemikir Kebhinekaan Lulusan Harvard Sukidi: Negara Rusak karena Hukum Bukan Dipatuhi tapi Dimanipulasi

Tim iNews
Pemikir kebhinekaan lulusan Universitas Harvard, Sukidi. (Foto: iNews)

"Nah hukum kita bukan untuk dipatuhi, tapi justru dieksploitasi, dimanipulasi untuk kepentingan kekuasaan. Sehingga di sana-sini ketika ada orang bermasalah secara hukum, mereka mengalami ketakutan yang luar biasa," ujarnya.

Sukidi lalu mengutip analisis profesor Harvard, Lawrence Lessig. Sang profesor, kata dia, mengatakan kerusakan baik yang terjadi di Amerika maupun Indonesia diakibatkan oleh evil soul atau orang-orang berjiwa jahat bergabung ke pemerintahan untuk merampok kekayaan negara.

"Jadi orang-orang yang memang bergabung ke pemerintahan memang tujuannya adalah untuk maling. Sehingga Lawrence Lessig, profesor di Harvard ini menegaskan bahwa many of us think of government as little more than criminal, jadi banyak di antara kita berpikir bahwa pemerintah itu tidak lebih sekadar penjahat karena dominasi dari evil soul tadi," kata dia.

Kemudian, kata dia, Lessig juga menyoroti decent people atau orang baik yang menjadi jahat karena bergabung ke sistem pemerintahan yang buruk.

"Sehingga orang baik pun akhirnya menjadi buruk karena sistemnya sudah buruk. Jadi sistem kita memang sudah buruk sehingga orang baik yang mau gabung pun sering kali akhirnya ikut jatuh pada kehinaan itu sendiri," kata dia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Yusril: Era Baru Penegakan Hukum

Nasional
17 hari lalu

Jelang Perayaan HPN, PWI dan Mahkamah Agung Sepakat Bangun Sinergi Edukasi Hukum

Nasional
23 hari lalu

Komisi III DPR: KUHP dan KUHAP Baru Bikin Hukum Lebih Manusiawi dan Berkeadilan

Nasional
4 hari lalu

Doktor Harvard Sukidi Kutip Bung Hatta: Pangkal Utama Pendidikan Karakter Berani Mengatakan Kebenaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal