Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, pengerahan helikopter dilakukan untuk memperluas jangkauan pemantauan sehingga petunjuk mengenai keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan.
“Pengerahan Helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pencarian melalui udara. Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi,” ujar Al Amrad dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Diketahui, kapal tersebut hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal diperkirakan menempuh perjalanan sekitar dua jam.
Pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Delapan orang yang berada di dalam kapal terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal, yakni Yudistiro Pranoto (jurnalis/pewarta foto iNews), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu Agency), Donal Husni (jurnalis freelance), M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Antara), Arie Basuki (pewarta foto Merdeka.com), Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (guide/pemandu).