Peneliti Hubungan Internasional Ungkap Alasan Model United Nations Harus Populer di Indonesia

Niko Prayoga
Peneliti Hubungan Internasional, Calvin Khoe. (Foto: Istimewa)

"Karena budaya Indonesia itu sebenarnya buat saya itu paling efektif di dunia internasional. Budaya musyawarah mufakat, kita kan suka nongkrong ya, suka ngeriung gitu kan. Budaya itu membuat setiap kali kita ada masalah kita rembukin dulu," beber dia.

Selain itu, nilai-nilai luhur inilah yang kemudian diadopsi dalam mekanisme kawasan seperti ASEAN, di mana konflik diselesaikan melalui dialog santun daripada peperangan. Ia berpendapat bahwa secara natural, anak muda Indonesia akan merasa nyaman dengan pola-pola diskusi yang ditawarkan oleh MUN.

"Budaya musyawarah mufakat itu diadopsi ke level Asia Tenggara karena Indonesia suka ngeriung. Budaya Indonesia itu membawa suasana santun, walaupun kita sendiri suka ribut, tapi ributnya kita kan selalu selesai dengan turun rembuk, jalan damai, ya ngobrol gitu kan," tandas Calvin.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
12 bulan lalu

Gelar Simulasi Sidang PBB MUN 2025, IPEKA IICS Siap Cetak Diplomat Andal

Nasional
12 bulan lalu

IPEKA IICS Angkat Isu Rasisme hingga Mempertahankan Nilai Budaya di MUN 2025

Nasional
12 bulan lalu

Gubernur Malut Terpilih Sherly Tjoanda Harap MUN 2025 Lahirkan Diplomat Handal

Nasional
12 bulan lalu

Kembangkan Jiwa Kepemimpinan Anak Muda, IPEKA IICS Gelar MUN 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal