Pengamat Intelijen: Serangan ke Wiranto Warning Jelang Pelantikan Presiden

Aditya Pratama
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati. (Foto: dok. iNews.id).

Dalam analisa intelijen, kata dia, juga harus diselidiki pesan apa yang ingin disampaikan oleh pelaku penusukan itu. Dikhawatirkan serangan itu mengandung pesan bahwa ‘Jangan main-main dengan kami. Kami ada dan serius lakukan penyerangan lanjutan’.

”Takutnya kenekatan ini bisa saja mereka rencanakan untuk gagalkan pelantikan Presiden tanggal 20 Oktober 2019 mendatang,” ucapnya.

Nuning mengatakan, seyogiangya masyarakat tidak lagi euforia menyudutkan aparat keamanan dan intelijen. Sebab, hal ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung semakin berkembangnya radikalisme di Indonesia.

Belajar dari insiden ini, program deradikalisasi dan antiradikalisasi harus semakin digalakkan di tengah masyarakat. Deradikalisasi juga harus menyentuh dunia maya karena semakin banyaknya berita hoaks dan hal berbau post truth (pasca-kebenaran).

”Pendidikan cinta Tanah Air dan memahami Pancasila harus digalakkan dengan cara yang modern dan mengikuti selera zaman sehingga lebih mudah diterima masyarakat,” tuturnya.

Tidak hanya itu, toleransi beragama, suku, etnis jug harus sering disosialisasikan.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Menko Polkam Gelar Ratas Bareng TNI-Polri dan BIN Bahas Penanganan Bencana di Sumatra

Nasional
2 bulan lalu

Kisah Cinta Wiranto dan Rugaiya Usman: Perjalanan 50 Tahun dari Remaja hingga Akhir Hayat

Buletin
2 bulan lalu

Jenazah Istri Wiranto Akan Dimakamkan di Delingan Karanganyar

Nasional
2 bulan lalu

Wiranto Kenang Momen Terakhir Bareng Sang Istri: Baru Rayakan 50 Tahun Pernikahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal