Peristiwa 28 Maret: Kisah Prajurit Kopassus Lumpuhkan Pembajak Pesawat Garuda meski Kakinya Patah

Mohammad Atik Fajardin
Operasi pembebasan penumpang pesawat DC-9 milik Garuda Indonesia berlangsung di Thailand pada 28-31 Maret 2022. (Foto: Istimewa)

Saat pasukan berlatih, ternyata benar senjata MP5 tersebut macet. Padahal senjata ini yang dipakai dalam pembebasan sandera pesawat Jerman di Somalia. Ternyata diketahui peluru yang dipakai sudah kedaluwarsa. Benny pun memerintahkan Letkol Kuntara untuk mengambil peluru baru di kantornya.

Benar saja, begitu diganti pelurunya dengan yang baru, senjata bisa digunakan. Segera mereka langsung terbang ke Thailand. Setelah sampai di Thailand, pasukan Sintong segera berlatih membebaskan sandera. Sementara Benny melobi pemerintah Thailand untuk meminta izin operasi pembebasan sandera.

Awalnya pemerintah Thailand menolaknya, namun dengan diplomasi Benny dan atas dorongan Presiden Soeharto, pemerintah Thailand akhirnya mengizinkan pasukan Sintong untuk menggelar operasi militer.

Rencana pasukan antiteror Kopassus melakukan penyerbuan ke dalam pesawat pada pukul 04.00 WIB. Benny beranggapan pada jam tersebut para pembajak pasti sudah bangun dari tidurnya. Untuk itu rencana penyerbuan dimajukan menjadi pukul 03.00 WIB, di mana para pembajak diperkirakan masih terlelap.

Kemudian saat waktunya tiba, pasukan Kopassus bergerak dari arah belakang pesawat, di mana Benny tiba-tiba ikut masuk dalam pasukan dan ini di luar skenario. Pasukan selanjutnya menuju pintu depan pesawat sebelah kiri.

Dalam peristiwa pembebasan sandera tersebut, terjadi kontak tembak. Anggota tim Antiteror Calon Perwira Letnan Ahmad Kirang yang masuk ke pesawat lewat pintu belakang terkena tembakan pembajak.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Momen Prabowo Bertemu Eks Ajudan hingga Pengawal Era Kostrad-Kopassus di Hambalang

Nasional
24 hari lalu

Profil Prihati Pujowaskito, Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan

Nasional
25 hari lalu

Pesawat Pelita Air Jatuh di Kaltara, Dalam Misi Pengantaran BBM ke Wilayah Perbatasan

Nasional
25 hari lalu

Bakamla Akui Butuh Jet Canggih untuk Patroli Laut, Respons Cepat Darurat Maritim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal