Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.694 per Dolar AS

Rohman Wibowo
Nilai tukar rupiah ditutup naik 0,3 persen ke Rp17.694 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (21/8/2026). (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

Dari dalam negeri, penguatan rupiah juga ditopang oleh kinerja intermediasi perbankan yang tetap solid.

Kredit perbankan nasional tumbuh 13,58 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 12,67 persen.

Kinerja tersebut didukung bauran kebijakan makroprudensial akomodatif Bank Indonesia (BI) serta ketahanan modal perbankan. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 23,70 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 2,09 persen secara bruto.

Meski demikian, pasar masih mencermati kondisi eksternal Indonesia setelah Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) sebesar 12,5 miliar dolar AS pada kuartal II 2026 atau setara 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Ibrahim menilai, pelebaran CAD terutama dipengaruhi peningkatan defisit neraca perdagangan migas akibat tingginya harga minyak dunia, penurunan surplus nonmigas seiring meningkatnya impor untuk menopang aktivitas ekonomi domestik, serta kenaikan defisit pendapatan primer.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
7 hari lalu

Prabowo Targetkan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS di 2027

9 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi, Sentuh Rp17.877 per Dolar AS

10 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 106 Poin ke Rp17.861 per dolar AS

11 hari lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal