Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Soroti Efek Domino ke Ekonomi RI

Rohman Wibowo
Ekonom menilai, pengunduran diri Perry Warjiyo dari Gubernur Bank Indonesia (BI) berpotensi memicu efek domino terhadap perekonomian nasional. (Foto: Binti Mufarida)

Hal ini berdampak pada kenaikan biaya operasional industri tak terhindarkan, mengingat porsi terbesar impor nasional didominasi oleh pasokan bahan baku pabrik. Tekanan biaya produksi tersebut pada akhirnya akan ditransmisikan kepada konsumen melalui lonjakan harga barang kebutuhan harian.

"Pelemahan rupiah yang berkepanjangan dapat memperbesar inflasi barang impor dan mengurangi efektivitas kebijakan pengendalian harga pangan maupun energi," tuturnya.

Selain nilai tukar, Achmad menyebut, transmisi dampak juga bergerak melalui jalur suku bunga. Sebelum pengunduran diri Perry, BI telah menaikkan BI-Rate dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen dalam kurun waktu dua bulan. 

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 21–22 Juli 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen, Deposit Facility 4,75 persen, dan Lending Facility 6,50 persen.

Pengetatan suku bunga ini dinilai Achmad berpotensi mengerek suku bunga kredit modal kerja, investasi, kendaraan, hingga konsumsi. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Airlangga Respons Perry Warjiyo Mundur: BI Tetap Jaga Stabilitas Moneter

1 bulan lalu

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Ini Respons Pengusaha

1 bulan lalu

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Hari Ini Ditutup Turun ke Rp18.009 per Dolar AS

1 bulan lalu

Perry Warjiyo Mundur, Ini Tahapan Pergantian Gubernur BI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal