"Hydrogen refueling station sudah ada dan siap dipakai. Hidrogennya juga sudah tersedia. Yang belum ada justru kendaraan atau bus hidrogennya," kata dia.
Dia menyebut, PLN dan Pertamina telah berdiskusi mengenai penyediaan armada bus hidrogen. Sejumlah produsen kendaraan dari Jepang, Jerman, hingga China disebut telah memiliki teknologi bus hidrogen yang siap digunakan.
"Barangkali Bapak (Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia) bisa melobi ke Gubernur DKI begitu, Transjakarta (pakai bus hidrogen)," ucapnya.
Dia menegaskan, PLN dan Pertamina siap berkolaborasi menyediakan infrastruktur, pasokan hidrogen, hingga mendukung pengoperasian armada hidrogen apabila mendapat dukungan dari pemerintah.
"Nanti Pertamina dan PLN bersama-sama menyediakan rantai pasoknya. Refueling station sudah ada, hidrogennya sudah ada. Tinggal menghadirkan bus hidrogen sehingga kita bisa membangun transportasi berbasis hidrogen secara bersama-sama," tuturnya.