Pola Debat Cawapres Berubah, Pengamat Sebut KPU Rencanakan Sesuatu yang Buruk

Muhammad Refi Sandi
KPU meniadakan debat khusus cawapres di Pilpres 2024. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) sekaligus pengamat politik Dedi Kurnia Syah mengatakan, jika pola debat cawapres berubah menandakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang merencanakan suatu yang buruk. Hal ini usai KPU meniadakan debat khusus cawapres di Pilpres 2024.

"Jadi KPU menurut saya sedang merencanakan sesuatu yang buruk kalau sampai debat cawapres itu dihilangkan, hanya ada debat capres dan boleh didampingi cawapres atau debat cawapres boleh didampingi capresnya," ujar Dedi kepada iNews, Sabtu (2/12/2023).

Dedi menyebut upaya tersebut terkesan tendensius untuk membela salah satu kandidat yakni Gibran Rakabuming Raka.

"Itu saya kira terkesan tendensius untuk membela salah satu kandidat," katanya.

Dedi menilai sosok Gibran paling minim dibanding Muhaimin Iskandar alias Cak Imin maupun Mahfud MD, baik dari sisi pengalaman hingga kapasitas gagasan yang ditawarkan.

"Kenapa? karena mungkin dari sisi pengalaman, kapasitas komunikasi termasuk kapasitas menyampaikan gagasan Gibran yang paling minim dibandingkan dengan Muhaimin Iskandar atau Mahfud MD," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
1 hari lalu

Partai Perindo DKI Tuntaskan Struktur hingga DPRt, Siap Hadapi Verifikasi Faktual

9 hari lalu

Tok! DKPP Sanksi Anggota KPU RI dan KPU Jabar gegara Naik Helikopter ke Cianjur

9 hari lalu

Emak-Emak Demo Desak Gibran Tunjukkan Ijazah Asli SMA, Diwarnai Saling Dorong

10 hari lalu

RUU Pemilu Belum Dibahas, KPU Pilih Fokus Perbaiki Teknis Penyelenggaraan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal