Dalam pertemuan tersebut, Komnas Perempuan juga memperoleh informasi Kementan telah memberikan ruang bagi perempuan dalam struktur organisasi dan pelaksanaan program. Sejumlah posisi kepala bagian di lingkungan Kementan bahkan diisi oleh perempuan.
Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai penguatan kerja sama kedua lembaga dalam isu perlindungan perempuan. Kementan dan Komnas Perempuan sebelumnya telah memiliki nota kesepahaman terkait upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.
Mentan Amran menyambut baik hasil pertemuan tersebut. Ia menegaskan sejak awal tidak pernah memiliki niat untuk mendiskriminasi perempuan maupun kelompok tertentu. Mentan Amran bahkan mengaku langsung menghubungi Ketua Komnas Perempuan setelah melihat pemberitaan mengenai persoalan tersebut.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Komnas Perempuan. Tadi malam begitu kami lihat berita, kami baru selesai sholat Isya, tiba-tiba kami cari nomor telepon beliau, langsung telepon. Ini sensitif, sensitif sekali," kata Mentan Amran.
Ia menjelaskan persoalan yang menjadi sumber polemik bermula dari upaya pemerintah merespons keluhan peternak ayam terkait harga telur. Pemerintah kemudian mengundang peternak ayam dari seluruh Indonesia, pengusaha hingga pelaku usaha besar untuk mencari akar persoalan.