Polisi Sebut Kasus Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia Tembus Rp2,4 Triliun

Tim iNews.id
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengungkap bahwa kasus gagal bayar Dana Syariah Indonesia tembus Rp2,4 triliun. (Foto: MPI/Riana Rizkia)

JAKARTA, iNews.id - Bareskrim Polri melaporkan kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia (DSI) mencapai Rp2,4 triliun. Pihaknya pun memperkirakan jumlahnya akan bertambah

"Sementara ini yang bisa diidentifikasi Rp2,4 triliun dan tidak menutup kemungkinan bisa bertambah lagi. Karena untuk PT DSI sendiri itu sudah berdiri tahun 2018," ucap Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak saat audiensi bersama Komisi III DPR RI di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Lebih lanjut, Ade menjelaskan PT DSI ternyata sudah menghimpun dana dari para pemberi pinjaman (lender) sejak 2018. Padahal, mereka baru mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2021 lalu.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang kita lakukan oleh tim penyidik itu menemukan fakta bahwa PT DSI ini sudah mulai menghimpun dana dari para lender-nya," sambung dia.

Sementara itu, pihaknya telah menaikkan status kasus gagal bayar ini ke penyidikan. Dengan begitu, harapannya proses hukum bisa berjalan transparan dan akuntabel.

"Nanti dalam proses berjalan penyidikan ini berjalan, di mana penyidikan itu untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti, untuk membuat terang dan menentukan tersangkanya itu melalui mekanisme gelar perkara," kata Ade.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
9 jam lalu

Puan Soroti Karhutla Makin Meluas: Harus Satu Kendali Lindungi Warga

22 jam lalu

Puan Minta Penanganan Karhutla Satu Kendali, Pastikan Dikawal DPR

22 jam lalu

8 WNI Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Gegabah

2 hari lalu

APJII Minta DPR Segera Sahkan RUU KKS, Soroti Serangan Siber Makin Ganas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal