JAKARTA, iNews.id — Divisi Humas Polri terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana Sumatra, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Hingga hari ini, sebanyak 249 dari 569 titik di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah dibangun sumur bor.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, jumlah itu terdiri dari 236 titik aktif dan 13 titik masih dalam proses pembangunan. Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya terkait ketersediaan air bersih.
“Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar tetap memiliki akses terhadap air bersih. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Di Aceh, dari rencana pembangunan 389 titik, sebanyak 171 titik telah terealisasi, dengan 167 titik berstatus aktif dan 4 titik masih dalam proses pembangunan. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan realisasi terbanyak, yakni 132 titik aktif, dari target khusus 300 titik sumur bor.
Pembangunan lainnya tersebar di Kabupaten Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, dan Singkil.
Sementara itu, di Sumatra Utara, seluruh rencana pembangunan sebanyak 30 titik telah terealisasi dan seluruhnya berstatus aktif. Titik-titik tersebut berada di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.