Kemandirian tersebut menjadi fondasi bagi Indonesia dalam menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasional secara mandiri. Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan tidak hanya menyangkut kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi modal Indonesia untuk berdiri sejajar dan meningkatkan perannya di tingkat global.
2. Persatuan Negara Global South
Pesan kedua Prabowo menekankan pentingnya memperkuat persatuan negara-negara Global South. Kepala Negara mengangkat pepatah Indonesia sebagai pengingat mengenai kekuatan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Teddy.
Semangat Konferensi Asia-Afrika kembali relevan seiring meningkatnya posisi negara-negara berkembang dalam perekonomian dan geopolitik dunia. Persatuan dinilai menjadi modal untuk memastikan aspirasi dan kepentingan Global South mendapat posisi setara dalam menentukan arah tatanan global.
3. Perkuat BRICS dan Tata Kelola Global
Pesan ketiga Prabowo menyoroti kekuatan BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Menurut Presiden, besarnya potensi tersebut perlu diwujudkan melalui kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi negara-negara berkembang.