“Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus mengurangi kesenjangan kebutuhan (backlog) perumahan serta menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, serta berkelanjutan bagi keluarga Indonesia,” ujar Prasetyo.
Menurut Prasetyo, hingga Juli 2026 sebanyak 107.410 masyarakat berpenghasilan rendah telah menerima manfaat pembiayaan FLPP. Tingkat keterhunian rumah yang telah disalurkan mencapai 93,35 persen.
“Per Juli 2026, sebanyak 107.410 MBR tercatat telah menerima manfaat Pembiayaan FLPP dengan tingkat keterhunian mencapai 93,35%,” pungkasnya.