"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara," kata dia.
Dia kemudian menceritakan sikap yang diambil saat menjabat Menteri Pertahanan. Prabowo mengaku sejak awal meminta keluarga dan orang-orang dekatnya di Gerindra tidak mencari bisnis di Kementerian Pertahanan untuk menghindari persoalan kepentingan.
"Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan," tuturnya.
Prabowo mengatakan prinsip tersebut juga diterapkannya setelah menjadi Presiden. Dia mengaku telah mengingatkan orang-orang di Gerindra agar tidak melakukan kesalahan dengan mengandalkan kedekatan dengannya.
"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya," ucap Prabowo.
Menurut Prabowo, kepentingan nasional dan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya.
"Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal," katanya.