Mengingat posisi wilayah Indonesia yang begitu strategis di jalur perdagangan dunia, Indonesia wajib memiliki kekuatan maritim yang kuat.
“Terkadang kelemahan kita ada pada karakter kita. Sometimes we are too nice. Kita harus memikirkan kepentingan kita dan kepentingan anak cucu kita,” ucapnya.
Prabowo mengatakan Kemhan saat ini tengah memperbaiki 41 kapal TNI AL dan meningkatkan kemampuannya sehingga siap tempur. Pemerintah baru-baru ini juga sudah menetapkan Komponen Cadangan Matra Laut yang siap memperkuat dan memperbesar kekuatan TNI AL.
Selain Menhan selaku keynote speaker, Seminar Maritim Internasional 2022 ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno, dan Direktur CSIS Phillips J Vermonte. Seminar turut dihadiri Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono.