Prabowo Tak Ingin Biaya Haji Membebani Jemaah, Sarankan Perubahan Komposisi Bipih

Binti Mufarida
Presiden Prabowo mengusulkan komposisi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dan nilai manfaat menjadi 52:48 agar tak membebani jemaah. (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan komposisi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) agar tidak membebani jemaah. Dalam pembahasan BPIH 2027, Prabowo menyarankan komposisi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan nilai manfaat menjadi 52:48.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengatakan, usulan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Negara, Senin (28/9/2026). Rapat itu membahas hasil pembahasan bersama Komisi VIII DPR RI mengenai BPIH.

Irfan menuturkan, situasi geopolitik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi sejumlah komponen biaya haji tahun depan. Meski ada komponen yang harus disesuaikan, Prabowo meminta biaya yang ditanggung jemaah tetap diperhitungkan agar tidak memberatkan.

"Memang ada beberapa angka yang harus berubah, tapi pada prinsipnya, Presiden mengatakan jangan sampai memberatkan jemaah," kata Irfan dalam keterangannya dikutip, Selasa (29/9/2026).

Salah satu formula yang dipertimbangkan yakni mengatur kembali komposisi antara Bipih yang dibayar langsung oleh jemaah dan nilai manfaat dari pengelolaan dana haji.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
14 jam lalu

Prabowo Minta Sapu Bersih Kartel dan Mafia terkait Haji dan Umrah

15 jam lalu

Prabowo Soroti Tata Kelola Keuangan Haji, Perintahkan Audit Forensik

15 jam lalu

Prabowo Usul Komposisi Biaya Haji 52:48 agar Tak Beratkan Jemaah

16 jam lalu

Kabar Gembira! Masa Tunggu Haji Kini Turun Jadi 14 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal