Prabowo menegaskan target Piala Dunia 2030 tidak dapat dibebankan kepada pemerintah dan PSSI saja. Klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan masyarakat harus bergerak dalam arah yang sama.
Menurut dia, sepak bola tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Olahraga tersebut memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat dari berbagai suku, agama, daerah, dan latar belakang.
“Ada satu hal yang selalu membuat saya bangga, setiap kali Tim Nasional Indonesia bertanding, kita melihat Merah Putih mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada lagi perbedaan suku, agama, daerah, maupun latar belakang, yang ada hanyalah satu identitas, Indonesia,” tuturnya.
Pembangunan sepak bola nasional juga dinilai berkaitan dengan kehormatan Indonesia di mata dunia. Prestasi Timnas Indonesia dapat menjadi sumber kebanggaan sekaligus warisan bagi generasi berikutnya.
Prabowo ingin setiap anak di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar mimpi menjadi pemain Timnas. Pembinaan dan pencarian bakat harus menjangkau seluruh daerah agar potensi pemain muda tidak terbuang.