Menurutnya, program tersebut mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memenuhi standar kualitas melalui pendampingan dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“Ada 34 UMKM yang sudah lolos SND, yaitu kriteria kehandalan, artinya dia sudah punya suatu sertifikasi yang kuat, lolos, uji, dan 34 ini menyiapkan 2,4 juta genteng, produk UMKM, genteng dari tanah liat sehingga kualitasnya itu terjaga,” ucapnya.
Ara menegaskan, pemerintah ingin mendorong penggunaan produk lokal sesuai potensi daerah. Dengan begitu, kebutuhan pembangunan perumahan diharapkan dapat turut menggerakkan perekonomian dan memberdayakan UMKM setempat.
“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah Genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” tuturnya.
Ara juga menyampaikan bahwa Prabowo memberikan perhatian terhadap pengembangan program ASRI yang mengedepankan lingkungan yang nyaman, indah, sehat, serta pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan program tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan permukiman sekaligus mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal.
“Kami juga sudah diminta menyiapkan untuk program ke depan, bagaimana program ASRI, Bapak Presiden itu sangat sekali ingin Indonesia itu nyaman, indah, memperdayakan UMKM, sehat,” ujarnya.