Dengan postur tersebut, pembiayaan anggaran dirancang sebesar Rp671,2 triliun. Pemerintah menargetkan defisit anggaran berada di level 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Target defisit tersebut lebih rendah dibandingkan APBN 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.
Pemerintah juga memasang target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran APBN 2026 yang berada di kisaran 5,4 persen.
Untuk indikator ekonomi lainnya, inflasi diproyeksikan tetap terkendali pada level 2,5 persen. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun diperkirakan mencapai 6,9 persen, sedangkan nilai tukar rupiah dipatok di kisaran Rp17.500 per dolar AS.
Pada sektor energi, pemerintah memperkirakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel.
Target lifting minyak ditetapkan 610 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas mencapai 954 ribu barel setara minyak per hari.