Prajurit UNIFIL dari Prancis Gugur di Lebanon, Pemerintah RI: Pasukan Perdamaian Tak Boleh Jadi Sasaran!

Achmad Al Fiqri
Ilustrasi prajurit UNIFIL (foto: AP)

"Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya dengan adanya serangan terus menerus terhadap UNIFIL. Pasukan pemelihara keamanan tidak boleh menjadi sasaran serangan; aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang," kata Kemlu.

Sebelumnya diberitakan, seorang personel pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, tewas akibat serangan kelompok bersenjata, Sabtu (18/4/2026). Kendaraan patroli pasukan asal Prancis tersebut diserang di dekat Desa Ghanduriyah.

Selain satu orang tewas, serangan tersebut juga mengakibatkan tiga personel lainnya luka.

"Pagi ini, patroli UNIFIL yang membersihkan bahan peledak di sepanjang jalan di Desa Ghanduriyah, untuk membangun kembali akses dengan posisi UNIFIL yang terisolasi, diserang tembakan senjata ringan dari aktor non-pemerintah. Tragisnya, satu penjaga perdamaian meninggal dunia dan tiga lainnya luka, dua di antaranya dalam kondisi serius," bunyi pernyataan UNIFIL.

Konflik meletus antara penduduk setempat dengan patroli UNIFIL di Desa Ghanduriyah, Lebanon Selatan. Pemicu konflik belum diungkapkan.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
21 jam lalu

Kylian Mbappe Minta Maaf Sebut Mao Zedong Diktator, Ini Komentar China

1 hari lalu

Rusia Dituduh Dalangi Demo Rusuh di Eropa, Putin: Mereka Cari Kambing Hitam!

3 hari lalu

Putin Kaget Rusia Dituduh Dalangi Demonstrasi Rusuh di Banyak Negara Eropa

5 hari lalu

Demonstrasi Ratusan Ribu Orang di Prancis Rusuh Lagi, Toko Perhiasan Dirampok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal