Produsen Otomotif di Indonesia Berharap Konflik di Timur Tengah Cepat Berakhir, Ini yang Dikhawatirkan

Dani M Dahwilani
Produsen otomotif di Indonesia berharap konflik di Timur Tengah segera mereda sehingga tidak mengganggu industri yang sedang tumbuh. (Foto: AI)

“Untuk saat ini belum ada pengaruh. Kita masih melihat perkembangan,” ujar Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Meski begitu, Jap Ernando mengakui konflik geopolitik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi makro. Jika situasi terus memanas, dia tak menampik dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor termasuk industri otomotif nasional.

Menurutnya, stabilitas ekonomi global memiliki hubungan erat dengan permintaan kendaraan. Ketika kondisi ekonomi terganggu, daya beli masyarakat bisa ikut terdampak.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Dorong Penjualan Kendaraan, Ini Langkah Perusahaan Pembiayaan di Daerah

5 hari lalu

Punya 25 Perjanjian Dagang, Indonesia Bidik Ekspor Otomotif ke Lebih dari 100 Negara

7 hari lalu

Mobil China Diizinkan Masuk Bangun Pabrik di Amerika, GM, Ford dan Stellantis Menolak

20 hari lalu

Pemerintah Dorong Produsen Kendaraan Tingkatkan TKDN Minimal 60 Persen mulai 2027

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal