Dengan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pemerintah berharap dapat menutup celah kebocoran pajak dan memetakan potensi pajak secara lebih akurat.
Upaya perombakan ini muncul di tengah catatan realisasi penerimaan pajak tahun 2025 yang dilaporkan sebesar Rp1.917,6 triliun. Angka tersebut setara dengan 87,6 persen dari target APBN 2025 yang dipatok sebesar Rp2.189,3 triliun.
Capaian ini tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mampu mencapai Rp1.932,4 triliun atau 97,2 persen dari target.
Untuk tahun 2026, pemerintah mematok target perpajakan yang melonjak signifikan menjadi Rp2.693,7 triliun. Target ini meroket sebesar Rp504 triliun atau naik 23 persen dibandingkan target tahun sebelumnya.