Ramai soal Peretasan Data Pribadi, KSP: Ini Meresahkan dan Memprihatinkan

Dita Angga
Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodharwardani. (Foto: Istimewa).

Dia menuturkan, mereka mengalami peretasan atas nomor kontak pribadi dan akun media sosialnya serta mendapat panggilan telepon bertubi-tubi dari nomor yang tidak dikenal. Kejadian tersebut terjadi di berbagai kesempatan berbeda. Menurutnya, saat bersamaan terdapat informasi terjadinya kebocoran data penduduk yang diperjual belikan di dunia maya.

"Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan hal yang tidak kita harapkan bersama. Ini suatu hal yang meresahkan dan memprihatinkan," ucapnya.

Masyarakat sipil, kata dia berhak memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah serta melakukan edukasi publik. Dia menilai masyarakat sipil merupakan elemen penting penyangga demokrasi yang sehat.

"Para pihak harus bertanggungjawab jika kebocoran data penduduk terbukti. Harus diusut tuntas. Saat ini, Pemerintah mengajukan RUU Perlindungan Data Pribadi dan telah masuk Prolegnas 2021," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
25 hari lalu

Kasus Dugaan Pelanggaran Data Pribadi Naik ke Penyidikan, Doktif Bakal Jadi Tersangka?

Nasional
6 bulan lalu

Polisi Ungkap Ancaman DJ Panda ke Erika Carlina, Apa Itu?

Internet
6 bulan lalu

Bjorka Peretas 49 Juta Data Nasabah Bank Ditangkap, Ini Harus Dilakukan bila Data Kena Hack

Buletin
9 bulan lalu

Pemerintah Tegaskan Pertukaran Data dengan AS Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal