Oleh karenanya, dalam rapat tersebut, Brian menegaskan bahwa penutupan prodi yang tak sesuai kebutuhan industri tidak pernah menjadi bagian dari kebijakan Kemendiktisaintek sebagaimana isu yang berkembang belakangan ini.
"Jadi terkait dengan isu yang kemudian berkembang bahwa kementerian pendidikan tinggi akan melakukan penutupan program studi untuk penyesuaian dengan industri yang akan berkembang di masa depan, kami dapat menyampaikan bahwa hal tersebut tidak menjadi kebijakan kami," katanya.
Dia menyatakan, pihaknya hanya ingin menjalankan program pembinaan dan pengembangan prodi dengan mengikuti perkembangan masa terkini.
Sementara itu, Kemendiktisaintek juga telah meminta melalui Badan Kerja Program Studi untuk mengevaluasi prodi setiap 3-4 tahun untuk mengoptimalkan perkembangan keilmuan.
"Sekali lagi, kami sampaikan alih-alih kita menutup, tetapi kita mengembangkan program studi untuk bisa sesuai, matching, dengan kebutuhan industri, tetapi bukan atau tidak dengan menutup program studi, tetapi lebih mengembangkan dan menyesuaikan dengan substansi yang diajarkan," katanya.