Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Wamenag: Harus Kita Investigasi

Achmad Al Fiqri
Wamenag Romo Muhammad Syafii menjenguk santri yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo lantaran keracunan MBG. (Foto: Kemenag)

"Yang menjadi kenyataannya ya di lapangan, itu ompreng yang harusnya dimakan sebelum jam 10.00 WIB, dikirim ke sekolah di atas jam 11.00 WIB. Kalau tidak salah 11.30 WIB apa 11.40 WIB. Baru dimakan di atas jam 12.00 WIB oleh para siswa itu, sehingga keracunan massal terjadi di sekolah," katanya.

Atas temuan tersebut, Sudaryono menilai pelaksana telah mengabaikan aturan yang ditetapkan BGN. Dia menegaskan pihak yang terbukti melakukan kelalaian akan mendapat sanksi tegas.

"Nah jadi, anda ini berarti ini adalah kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja. Aturan sudah diberikan, juklak-juknis sudah diberikan, cara sudah diberikan, tapi anda lalai dalam melaksanakan ini. Namanya kelalaian disengaja," katanya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Minta Maaf ke Ponpes Manbaul Hikam

2 bulan lalu

Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Kepala BGN: Kelalaian SPPG yang Disengaja

2 bulan lalu

Update Korban Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah Jadi 666 Santri, 53 Masih Dirawat di RS

2 bulan lalu

Selain Ratusan Santri, 10 Guru di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Ikut Keracunan MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal