"Isu ijazah ini adalah bentuk serangan pembunuhan karakter yang harus dilawan secara kolektif, bukan malah dihindari demi zona nyaman," kata dia.
Dia juga menilai koalisi yang sehat dan bermartabat perlu dibangun berdasarkan rasa saling percaya dan saling melindungi. Menurutnya, sikap diam atau 'main aman' dari parpol justru menimbulkan pertanyaan di kalangan relawan dan masyarakat mengenai komitmen partai-partai tersebut.
Selain itu, Gibranku meminta elite partai politik koalisi segera merapatkan barisan dan menunjukkan sikap tegas di hadapan publik. Ananta menilai solidaritas di tingkat elite diperlukan untuk menjaga semangat para pendukung di tingkat bawah.
"Kami berharap teguran ini dapat menjadi bahan refleksi bagi partai-partai politik koalisi untuk kembali menunjukkan komitmen serta kesetiaan mereka secara nyata kepada publik, bukan sekadar retorika di masa pemilihan," ujarnya.