JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan buka suara terkait pertemuan antara dua tersangka kasus dugaan fitnah ijazah Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (8/1/2026).
Andi menceritakan, dimulai pada 17 Desember 2025 saat itu relawan Jokowi mendatangi rumah Eggi Sudjana.
“Di situ perbincangan dan bang Eggi menulis sebuah buku. Di buku itu dia katakan CBM, cerdas, berani dan militan dan ini ada dalam perbincangan-perbincangan beliau ingin bertemu pak Jokowi,” ujar Andi dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV ‘Babak Baru, Tudingan ‘Orang Besar’ Ijazah Jokowi, Selasa (13/1/2026).
Andi menambahkan, pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi terjadi pada 8 Januari 2026 di Solo.
“Kemudian diwujudkan tanggal 8 Januari dan kami sudah paham untuk itu. Jadi kalau kita flashback lagi tanggal 7 Januari 2025, bang Eggi mengatakan kalau saya melihat bahwasanya ijazah itu asli, saya akan meminta maaf ke pak Jokowi, case closed,” tuturnya.
Dia juga menyebut, saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya, Eggi Sudjana sudah menerima informasi dari salah satu kuasa hukumnya bahwa ijazah Jokowi tersebut asli.
“Inilah yang diejawantahkan oleh bang Eggi ketika mendapat informasi dalam gelar perkara khusus, bu Elida sebagai pengacara beliau mengatakan saya sudah melihat dan itu ijazahnya ada, ada watermark yang diributkan ada juga lintasan merah itu asli,” ucapnya.