Dia juga menyebut, saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya, Eggi Sudjana sudah menerima informasi dari salah satu kuasa hukumnya bahwa ijazah Jokowi tersebut asli.
“Inilah yang diejawantahkan oleh bang Eggi ketika mendapat informasi dalam gelar perkara khusus, bu Elida sebagai pengacara beliau mengatakan saya sudah melihat dan itu ijazahnya ada, ada watermark yang diributkan ada juga lintasan merah itu asli,” ucapnya.
“Jadi beliau menginfokan ke bang Eggi, ternyata ada untuk ijazah itu. Kemudian tanggal 8 itu datang kesana, itu yang hadir bang Eggi Sudjana, bang Damai Lubis kemudian ibu Elida. Kemudian dari kita temen-temen dari relawan Jokowi, ada mas Rahmat disana,” katanya.
Singkat cerita, kata Andi Azwan, dalam pertemuan itu juga di akhiri dengan adanya suasana hangat antara Jokowi dan Eggi Sudjana.
“Singkat cerita, kalau dikatakan tidak ada minta maaf, untuk apa datang jauh-jauh kalau tidak meminta maaf itu. Apa perlu dikatakan saya harus minta maaf, pelukan sudah menggambarkan itu, sangat erat. Jokowi tidak pernah bersalaman begini,” tuturnya.
Dia menyebut, hal tersebut dia dapatkan dari pihak-pihak yang bertemu langsung dengan Jokowi. Bahkan, dalam pertemuan yang berlangsung 55 menit, Eggi Sudjana juga memimpin doa.
“Jadi waktu di dalam itu mau diakhiri dengan doa, itu dipimpin oleh bang Eggi Sudjana, 12 menit itu dihitung dari total 55 menit,” ujarnya.